Home Komunitas Belajar Cara Tanam Tradisional dari Warga Kampung Bamaha

Belajar Cara Tanam Tradisional dari Warga Kampung Bamaha

3
274
Foto Pertanian Bamaha

Pegunungan Arfak, salah satu aktivitas selama live in di Kampung Bamaha, Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, dari Alfa dan Naomi yang merupakan peserta School Of Eco Diplomacy mereka belajar menanam wortel di kebun mama Serina Saiba dengan cara tradisional, (Kamis/18/10/2018).

School Of Eco Diplomacy ini merupakan program peningkatan untuk advokasi hutan dan lingkungan, serta mempersiapkan kader-kader muda yang memiliki nilai-nilai keberpihakan pada masyarakat dalam isu lingkungan dan hutan.

Pada September lalu setelah Grand Launching di Gedung Manggala Wanabakti KLHK Jakarta dengan peserta sekitar 29 orang dari beberapa daerah di Indonesia berangkat ke Pegunungan Arfak dan tinggal dengan masyarakat selama 1 minggu. Semua peserta mengikuti dan juga melakukan setiap aktivitas dari masyarakat kampung Bamaha.

Hampir semua masyarakat Bamaha mempunyai kebiasaan berkebun yang sudah berlangsung sejak turun-temurun dari nenek moyang mereka sampai sekarang. Pada selasa sore Alfa dan Naomi ikut bersama mama Serina untuk pergi ke kebunnya menanam bibit wortel.

Cara menanam wortel mereka menggunakan kayu arwop dengan panjang 60 – 100 cm untuk membuat sedikit kolam pada tanah yang sudah dibuat bedeng dan menghamburkan bibit wortel. Setelah itu mama Serina menghamburkan abu tungku untuk menutup dari atas, “ hambur abu ini supaya hama jangan kasih rusak bibit wortel yang baru tanam ini “, ujar mama Serina.

Ini adalah cara tradisional yang sudah dilakukan oleh moyang mereka dan itu pun dilakukan sampai generasi yang sekarang ini. Berkebun dengan cara tradisional tidak hanya dilakukan oleh mama Serina saja, tetapi sebagian masyarakat Kampung Bamaha dan juga masyarakat Pegunungan Arfak. Mereka melakukan ini secara turun-temurun dari nenek moyang mereka, dan mereka percaya dengan cara tanam tradisional ini maka akan tumbuh subur dan tidak merusak alam mereka. (Stepanie)

 

 

 

Load More Related Articles
Load More By Stepanie Peday
Load More In Komunitas